Senin, 31 Oktober 2011

MIMPI menuju kesuksesan..amin

28 Okt 2011

      Hidup memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang bisa terjadi pada kita, yang tentu saja hal tersebut telah ada jalannya dan itu sudah menjadi kuasa tuhan. Memang sifat alamiah manusia yang selalu merasa tidak puas, selalu merasa kurang dan mengeluh ini dan itu.
Hal tersebut bukan hanya kamu yang merasakan, saya juga. Segala harapan yang saya inginkan selalu gagal saya dapatkan. Jujur sejak kecil saya selalu menangis ketika papa selalu bilang dengan nada memelas dan menghela nafas panjang “yaaah, kamu mah makan no satu, belajar nomer sepatu”, “nilai kamu paslah, pas makan”.
Apalagi ketika saya membuat jengkel, marah, hingga menangis almarhum mama saat mengajariku pelajaran yang saya pelajari di sekolah, terutama dalam bidang ilmu matematika “kamu ini kenapa bodoh? Liat kakak kamu!, rajin belajar, jangan main terus!” hingga akhirnya mama melepas sendal rumah berbahan karet berwarna biru tua dan mendaratkannya di pipi saya. Dengan segera saya menjerit kesakitan lalu menangis.
Berangkat dari sanalah, saya menjadi pribadi yang sensitif, selalu emosi ketika ada orang yang selalu membanding-bandingkan saya dengan orang lain. Iri memang, ketika teman-teman berhasil mendapatkan nilai bagus apalagi menjadi juara. Melihat ekspresi orangtua mereka dengan senyum semringah memamerkan nilai anaknya tersebut kepada orangtua murid lainnya. saya merasa gagal menjadi anak. Tidak bisa memberikan sesuatu kepuasan kepada orangtua saya yang bisa membuat mereka bangga.
Demikian juga saat saya memasuki SMP dan SMA, harapan saya bisa mendapatkan sekolah negeri dan favorit, kenyataannya yah tentu saja berbeda. Selalu mendapatkan sesuatu yang tidak saya harapkan. Akan tetapi saya tetap harus bersyukur atas apa yang telah saya dapatkan.
Sekarang saatnya menuntukan pilihan untuk berkuliah, keinginan saya saat itu, ingiiiin sekali di terima dan berkuliah di jurusan sastra Indonesia di universitas Indonesia. Akan tetapi sama halnya dengan yang sudah-sudah, saya gagal dan mengulangnya tahun depan. Setelah saya mencoba di tahun berikutnya, tetap saja gagal dan pilihan saya jatuh pada jurusan yang sama di Universitas Andalas Padang.
Selama 5 tahun saya berusaha menyelesaikan kuliah di jurusan tersebut, dan tentunya banyak hal yang terjadi. Mulai dari ledekan, hingga menjadi bahan tertawaan orang-orang sekitar. Meraka bilang “buat apa lo kuliah di jurusan sastra Indonesia?di daerah lagi!”, “jiaah capek-capek kuliah hasilnya cuman jadi guru”, “mau jadi apa, lulusan sastra?”.
Memangnya ada masalah dengan saya mempelajari sastra INDONESIA? Atas dasar apa kalian bicara seperti itu?. Bukankah semua jurusan sama, mengajarkan kepada kita tentang ilmu?. Lagi pula bahasa bersifat manasuka dan universal, semua orang pasti melakukan aktifitas komunikasi dan tentunya itu menggunakan bahasa. Baik itu bahasa asing ataupun bahasa alay sekalipun!. Jadi kenapa kalian ragu dengan jurusan sastra? Peluang kerja bisa datang dengan sendirinya sesuai skill dan kemampuan individu. Alangkah sempitnya pemikiran kalian tentang sastra dan bahasa dan Kenapa kalian lebih bangga dengan bahasa asing ketimbang dengan bahasa sendiri?, yaitu bahasa Indonesia?.
Tentu saja hal ini menjadi pembelaan diri untuk saya. Pemikiran-pemikiran tersebut hanya berhenti di kepala dan tidak terlontarkan ke publik. Karena apa? Saya ini minder dan merasa malu, membuat saya selalu tersudutkan. Untuk menutupi hal tersebut, saya berusaha tampil berbeda dengan sosok yang ceria di depan teman-teman, tampil menjadi sosok pria yang murah senyum dan gampang di ajak tertawa. Membuat kesan saya ini bukan tipe orang pemikir. Berusaha agar mereka hanya mengenal sosok saya yang ini bukan yang lain. Mereka tidak tahu bagaimana rasanya sakit hati yang saya alami dengan berbagai macam cibiran yang lebih dari contoh di atas.
Untuk itu saya mencari kegiatan di luar kuliah yang menunjang hal tersebut dengan mendaftarkan diri saya menjadi seorang penyiar di radio swasta di kota Padang. Terbukti, sifat sensitif tersebut mulai berkurang, sifat ceria saya menjadi permanen dan selain itu saya mulai jatuh cinta dengan dunia radio dan tentu saja hal ini tidak terlalu jauh menyimpang dari jurusan saya yang sama-sama menggunakan bahasa dengan outside tutur bahasa yang rapi dan gaya penyampaian ala saya, Aditia.
Saya ingin sekali konsen di bidang tersebut. sisi positifnya, jika saya suka dengan satu hal yang di kerjakan, saya fokus dan giat menekuninya. Mimpi saya adalah bisa memiliki perusahaan broadcaster di bidang radio. Dibawah kepemimpinan saya hingga perusahaan tersebut tumbuh besar dan maju. Memiliki banyak karyawan yang selalu tersenyum bahagia. Selain saya menyalurkan hobi, saya bisa membuka peluang kerja untuk orang lain. Akan tetapi itu baru sekedar mimpi! Bagaimana cara menjalankannya?? Hal tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi saya.
Situasi lain, berkata beda. Saya lahir dan besar di keluarga pedagang yang sudah berkembang pesat dan maju. Selain itu sudah memiliki nama di sekitaran depok 2. hati saya berkata, untuk apa saya bermimpi terlalu jauh, kenapa tidak saya kelola saja yang telah ada?, apakah saya tidak kasihan melihat kondisi papa yang sudah berumur tersebut hanya bekerja seorang diri? Tanpa ada generasi penerus usaha keluarga tersebut?.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu saja saya pikirkan dengan sangat matang. Tentu saja saya dengan sangat senang hati meneruskan usaha keluarga ini. Tetapi tidak sekarang. Untuk saat ini saya sedang bermimpi dengan mimpi yang saya inginkan. Sekedar untuk menghilangkan rasa penasaran. Apa itu salah?...
Mimpi pada awalnya saya hanya berfikir hal tersebut tidak mungkin tercapai, karena itu hanya angan-angan saja. Ternyata hal ini merupakan persepsi yang salah, Ada pepatah yang tertuliskan “raihlah mimpimu setinggi bintang diangkasa”. Ditambah yakin lagi ketika saya membaca sebuah buku “Mimpi sejuta dollar”.
Saya dan kakak, sangat antusias datang untuk menyaksikan lounching buku mba Merry Riana atau lebih akrab dipanggil mba Ria. Mencari tahu bagaimana kisah kehidupannya, apa saja kesulitan yang pernah di alaminya dan apa mimpi sejuta dollar yang dia maksud. Bermaksud bertanya saat acara, tapi apa daya, saya selalu terlewatkan oleh bapak MC hingga akhir acara. Sebenarnya saya ingin bertanya satu hal saja kepada mba Ria. Bagaimana caranya anda menghadapi situasi tergencet keadaan, disaat semua orang meremehkan akan apa yang kita miliki dengan keterbatasan sebagai seorang manusia? Muak rasanya mendengarkan ocehan orang sekitar tersebut, dalam kondisi bukan hanya satu atau dua orang saja, tapi lebih dari itu? Apa tindakan mba?. Semoga mba bersedia untuk menjawabnya.
Setelah acara tersebut berakhir, saya berusaha memahami arti dari sebuah mimpi, karena tidak satu orang saja yang berhasil dengan karirnya berawal dari sebuah mimpi. Banyak buku dan artikel orang sukses yang saya baca dan saya tonton di televisi. Berusaha menyerap ilmu dan belajar dari kegigihan kehidupan awal mereka dan menerapkan filosofi dibalik kata-kata yang mereka sampaikan.
Mulai dari Thomas Alva Edison bermimpi bisa berkreasi dengan cahaya, Steve jobs bermimpi bisa merangkul dunia dalam genggaman tangan, Merry Riana bermimpi bisa mendapatkan kebebasan finansial sebelum umur 30 tahun, satu sosok berikutnya adalah sosok yang sangat berarti bagi saya dan keluarga pastinya, yaitu papa saya bermimpi mendapatkan hidup bahagia bersama keluarga tanpa ada kekurangan apapun.
Jadi, tidak ada salahnya untuk saya, kamu, anda, atau siapun di luar sana untuk bermimpi. Karena dengan bermimpi kita bisa menata kehidupan kita di kemudian hari dengan sebuah rencana. Seperti kata pak Rangga Umara (pimpinan pecel lele LeLa) “buat rencana hidupmu sekarang, atau seumur hidup kamu akan dijadikan bagian dari rencana hidup orang lain”.

Kamis, 27 Oktober 2011

Galau itu....??

28 Oktober 2011
          Saat ini entah kenapa kata galau menjadi trend di kalangan ababil *abg labil* dan kalangan orang tua sekalipun. Pernah gw mendengar omongan seorang nenek kepada cucunya yang sedang sibuk dengan barang belanjaannya, sang cucu bertanya kepada sang nenek “nek, udah jadi ngambil gigi palsunya??” sang nenekpun menjawab “masya alloh cu, nenek lupa! Aduuh gimana nih?? gimana donggg?? *panik*” dan beberapa saat kemudian “Cu, nenek galau!!” #eeaa
Kata tersebut seakan-akan sangat sulit untuk kita hindari, bahkan untuk kalangan orang tua sekalipun. Nenek-nenek aja bisa galau, kenapa kita enggak?? Betuul?!!. Ya terserah sih, semua orang punya persepsi sendiri dengan kata tersebut.
Galau, kalau di eja jadi g.a.l.a.u *nyanyi* bwahahaha.. eitss jangan agap remeh, walau cuman satu kata, tapi efeknya bisa bikin lo uring-uringan, gak bisa tidur, bahkan hilang selera makan! Weeeww dasyatkan. Bagi lo para tweps, so pasti udah sangat akrab dengan kata tersebut, banyak owner/ admin mulai dari seleb twit, sampai twit user biasapun berusaha mengimprovisasikan kata tersebut menjadi kalimat-kalimat mematikan.
Banyak hal yang bisa ngebuat lo menjadi galau, galau banget, ampe galau akut. Huffft kadang orang yang moodnya lagi bagus, bisa aja berubah secara drastis menjadi bad mood bahkan mendadak sakit kuning saat memikirkan kata tersebut.
Membicarakan pacar, huh galau.. ngomongin mantan, selingkuhan, LDR, bahkan sampai dengan sinetron! Bisa ngebuat lo menjadi GALAU..
Heran, siapa sih dalang dibalik ini semua? Apakah kita harus menuntut kepada pihak KBBIL *Kamus Besar Bahasa Ababil* atas wabah menular ini?? haruskah SBY turun tangan?? trus sapa juga yang harus bertanggung jawab atas ke hamilan Bunga?? *tetangga sebelah* #eh... 
Yaudah tanpa memperpanjang mokodimah, sekali lagi gw tanya sama kalian galau itu apa sih? Dan apa alesannya kalian bisa tertular wabah ini?.. *jawab yah J
Oke fine, kalo lo mau tau jawaban devinisi galau dari gw. denger baek-baek, catet!! Encamkan ini anak muda! Devinisi galau menurut gw adalah.... aaaaaaaaaaaaaaaaa???? #bengong #otaknyekosong #dilalerin #eeaa #gakbisajawab ~(“o,,O)~

Senin, 24 Oktober 2011

Malu-Maluin

          Banyak hal yang udah pernah terjadi sama gw, terkadang hal tersebut membuat gw bangga. Yah bangga pada awalnya. Jika gw kembali mengingat dan terus mengingat, ternyata kejadian tersebut bukan membanggakan!, akan tetapi sangat memalukan. Mungkin saja kalian pernah merasakan hal serupa dengan gw. salah satunya seperti kejadian berikut.
          Berasa oke dengan menggunakan baju, celana dan sepatu serba baru, sedang asik berjalan di komplek perumahan dan lo bertemu dengan seekor anjing sangar berdiri tepat di depan lo. Sesaat kemudian, muka gw mulai memucat dan mengeluarkan kringat dingin. Saat-saat menegangkan seperti ini, lebih baik lo mengambil langkah seribu alias lariiiiiiiiiiiii.
          Anjing bangsat ini dengan buasnya mengejar-ngejar gw dengan penuh gairah, berasa akan di perkosa asal-asalan jika misalkan gw terjatuh di saat tidak tepat. Beruntung gw melewati taman perumahan yang sedang banyak emak-emak ngegosip. Dengan lantang gw teriak “TOLOOOONG”.
          Terlihat panik wajah emak-emak tersebut dan serentak mengusir anjing yang dari tadi berusaha menggigit wig palsu gw. #eh.. setelah anjing tersebut berhasil di usir, gw beristirahat sejenak sambil menenangkan diri. Tanpa sadar gw memperhatikan celana pendek gw berwarna cream di penuhi dengan air.
          DAMN! Gw ngompol di celana (-_____-“) emang dasyat rasa takut yang gw rasa saat di kejar-kejar anjing. Tapi gak kalah dasyatnya ketika emak-emak tersebut tertawa sambil menunjuk celana gw yang basah sambil berkata “BWAHAHA KENAPA LO TONG, NGOMPOL?!”
          F*CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCK!!!

Penganguran GALAU


22 Okt 2011
Setelah beberapa hari gw wisuda merasakan bebasnya ruang gerak, tanpa ada beban tugas, ocehan dosen yg ngebosenin , ampe pertanyaan nyolot yg bertubi-tubi datang menggerayangi gw ‘kapan wisuda?’, yah pokoknya sucklah buat hal-hal tersebut.
          Gw merasakan manusia supeeer bebas!! Sumpah, sehari gak terasa sama sekali. Bahkan sangat kurang untuk melakukan kegiatan yang gw suka. masuk hari-hari berikutnya masih menyenangkan, mulai masuk hitungan minggu, gw udah si teror  sama bokap “CEPAT PULAAAANG’ oh oke.
          Yah bagi lo yang gak tau, gw ini mantan mahasiswa yang berkuliah di universitas manstab terletak di pinggiran kota Padang. Yups betiil yaitu, Universitas Andalas. Lanjuuut... setelah gw mendapatkan teror dari bokap gw, sekali mah gak mempan, dua kali, tiga kali masih gak mempan dan sampai akhirnya titik jenuh memuncak di otak, ya jelas otak manusia bukannya otak sapi ataupun otak udang. Terserah sih, lo anggep gw ky apa, yang pasti gw tampan..huhuhu  *salting*
          Dulu pertanyaan yang sangat nyolot dan menyinggung hati adalah di saat lo di desak cepat-cepat wisuda, tapi sekarang ini yang sangat teramat, super duper nyolot berasa ampe ke bool-bool adalah disaat lo ketemu dengan orang tua temen lo dan menanyakan ‘Selamat ya atas wisudanya, jurusannya apa? IPK berapa?’, ya dengan polosnya gw menjawab pertanyaan itu apa adanya, sesuai dengan kenyataan tanpa rekayasa dan kebohongan luar biasa ‘lulusan kedokteran bu, IPKnya yah lumayan sih 3,7 skala 4’ *bangga*
          Ibu itu shock, cengok mendengar jawaban gw tersebut. Alhamdulillahnya ibu itu percaya!. Yeaah \m/(>o<) Dengan segera gw balik badan dan ambil langkah seribu alias kabuuuur. Sebelum ibu itu sadar dengan omongan gw barusan. Yang jelas-jelas gw satu jurusan sama anaknya. Hufft basa-basinya kelewatan tuh si ibu.
          Lain dulu, lain sekarang. Pertanyaan seperti itu udah gak merusak rongga hidung gw untuk mengambil nafas. Banyak pertanyaan-pertanyaan baru yang menyerang gw, yang membuat saluran pencernaan gw rusak!. Mulai dari pertanyaan ‘mau lanjut S2 ya?’, ‘rencananya lo mau kerja dimana?’, ampe pertanyaan ‘IPK lo pas-pasan mau jadi apa lo?, yakin ada perusahaan yang mau terima orang ky lo?!!!’ | (-_______-“) satu kata buat orang ini TAIIIIIIIIIIIIIK *Mendadak galau*
          Banyak hal yang menyakitkan, hal ini yang membuat gw kekeh untuk segera kembali ke asal dan tinggal bersama keluarga lagi. Udah lama gw gak pulang, setiap pulang paling lama seminggu doang dan balik lagi untuk kuliah. Sekarang gw puaaaaas banget di rumah, gak perlu lagi khawatir dengan hal tersebut. Saking puasnya, yah gw cuman bisa uring-uringan di kasur selama satu bulan ini. huffffffffft by the way kapaaan gw dpt kerjanyaaaaaa ini AAAAAAAAAAAAA *histeris*... 

WISUDAAAAA

10 Sep.2011
          Akhirnya yang gw tunggu datang jugaaaaa kyaaaaaaaa (>,,<) hal ini tentunya gak bisa gw gambarkan secara rinci, yang pasti gw bahagia. Seperti kata temen gw, hal yg terpenting dalam hidup lo “wisuda dan pernikahan” haha bodo ah... ngemeng apa sih lo nyet???.
Pagi ini berasa pagi yang ceraaaah banget, yah walaupun kenyataannya diluar lagi hujan deres -___-“ yah maapin gw deh yang gak bisa memberikan gambaran yang pasti saat ini.
          Sesampainya di gedung auditorium, gw senyum-senyum sendiri ngebayangin hal-hal seru nantinya. Dalam hati “waaah bisa juga gw wisuda”. Kenapa gw ngomong ky gitu?? Karena semua temen-temen gw bilang, “ah lo mah bakal DO”, “haha orang ky lo bs wisuda?? Mustahil!!”, “Mana mungkin makhluk gaib ky lo bs wisuda, kuliah aja jarang!!”, ampe ada junior beda 3 tahun dari gw bilang “loh abang wisuda? Yah kita gak sekelas lagi dong?“ | -__________-“ no comentlah....
          Gw tau apa alesan mereka ngomong ky gitu, gw tau kalian bakalan sedih banget gw tinggal, trusss kalian bakalan kangeeeen sama gw kaaaan?? Ngaku ajeee!! Udah gak usah pake acara hina gw !!! bangsat lo pada.. hahaa
          Acara yang spektakuler, fantastik, bombastis, huwwwoww amazing yang berhasil mengalahkan pernikahan pangeran williams dan kate tersebut berhasil mengguncang hati gw. apa lagi disaat gw melihat ke arah bakap gw yang tersenyum lebar ngeliat gw menggunakan toga dan jubahnya di balut dengan kemeja putih + dasi hitam yang agak kekecilan. Haha
          Semua keluarga gw yang berada di padang dan bukitinggi datang hanya untuk melihat gw di wisuda. *terharu* seakan-akan gw berlari di padang rumput, penuh dengan bunga bermekaran disinari cahaya matahari berwarna jingga menuju barisan keluarga yang siap sedia memeluk gw dengan erat. Selesai acara, gw langsung mencari bokap dan memeluknya dan saat itu yang paling gw suka yah LIKE THISSSS lah pokoknya, disaat bokap bilang “papa bangga dengan kamu” diselingi air mata yang menetes di matanya. Yah anak mana yang gak tersentuh melihat orangtuanya berkata seperti itu. Dengan spontan gw menangis, meringis tersedu-sedu dibuatnya ditengah-tengah orang banyak, tapi BODO AH yang penting gw bahagiaaaaaa...yeeey wisuda :D

Ruang Sidang


29 Juli 2011
          Ruang sidang, dari namanya saja sudah menakutkan apalagi merasakan suasana di dalamnya. Hari ini adalah hari jumat, kata orang tua sih, hari jumat adalah hari baik. Bermodalkan hal tersebut akhirnya gw merasa optimis menjalani hari ini untuk menjalani sidang kompre siang nanti.
          Selama seminggu kebelakang, gw selalu datang untuk menyaksikan suasana tegang yang melanda teman-teman gw demi mendapatkan gelar sarjana. Banyak ekspresi yang terpancarkan dari wajah mereka semua, dari yang bahagia, sedih, menangis, hingga tertawa sendiri. Entah apa yang menyebabkannya tertawa tanpa alasan. Sebegitu mengerikankah ruang sidang itu..?? Hingga bisa menyebabkan orang-orang melakukan tindakan-tindakan aneh di luar kendali kerja otak mereka.
           Tanda tanya besar tersebut melanda diri gw, hingga akhirnya datanglah hari tersebut di saat gw mendapatkan giliran untuk mempersentasikan skripsi hasil jeri payah gw selama ini.
          Oh my god, tegang, sumpah tegang mampus. Seakan-akan lo sedang menjalani sidang kasus perkara pencabulan yang di penuhi keluarga korban yang ingin sekali menghajar lo! Yah maafkanlah gw yang tidak bisa mengibaratkan ketegangan gw ini dengan baik.
          Memang seperti itu rasanya, saat gw di dalam ruang sidang tersebut, oooh gilak para dosen penguji duduk dan memasang wajah super ketekuk. Entah apa maksudnya. Selama beberapa saat setelah dibacakan SK gw untuk menjalani sidang kompre. Akhirnya gw di persilahkan untuk mempersentasikan skripsi gw yang telah di acc.
          Setelah itu, barulah di lanjutkan dengan sesi tanya jawab. Konsentrasi gw lebih fokus terhadap hasil penelitian gw yang objeknya di ambil dari sebuah novel. Banyak hal-hal sepele yang terlupa untuk terus di ingat. Karena dari hal kecil tersebutlah menjadi moment yang sangat pas para dosen menyerang kita dengan penuh pertanyaan-pertanyaan yang mengerikan.
          Sesi tanya jawab berlangsung selama kurang lebih satu jam. Dagdigdug jantung gw tak berhenti berdebar-debar kencang sesaat setelah selesai sidang kompre. Sekarang saatnya untuk membacakan SK dan memberi tahukan lo lulus atau tidaknya.
          Ifuuuuh, setelah dosen ketua membacakan hasil SK nya dan sekarang saatnya gw ngucapin “ALHAMDULILLAH” jadi juga gw sarjana ^o^)v yaaaay! Dengan hasil memuaskan. Horaai horaaai... satu hal yang gak akan gw lupakan untuk membayar nazar yang telah gw niatkan seminggu sebelum hari ini, yaitu nazar akan “MEMBAKAR SEMUA SKRIPSI GW SELAMA BIMBINGAN DAN TERIAK... YIHAAA”

#SESATituINDAH

          Yihaaa setelah proses panjang lebar seputar undangan kompre, kegiatan gw saat ini adalah santaaaiiii, tapi mendebarkan menunggu saatnya datang.
          Rutinitas gw saat ini benar-benar kosong, semua telah beres untuk beberapa hari kedepan. Gw hanya duduk dan ngobrol dengan temen-temen gw. biasalah kalau ngartis kaya gw, yaaa wajar kalau banyak temennye. *busungin dada*
          Semua omongan, kita obrolin. Ibarat abang-abang tukang sayur komplek yang sibuk berjualan sambil bergosip dengan para pembeli. Uuuh semangat banget kalau lagi bergosip.
          Ketika lelah ngobrol selama berjam-jam, teman-teman gw berpergian satu persatu, ada yang pergi makan, ada yang masih sibuk ngurus nilai, ada yang ngobrol dengan yang lain dan sisalah gw dengan cemund gueh yang super gahool! Sebut saja dia “Bunga” dengan nama lengkap “Bunga Bangkai”....
          Hmmm kita berdua saling berpandangan, senyum-senyum mesum hingga akhirnya berrrciu... akkhhh gak usah dilanjutin. Gw dan si Bunga, sedang asik ngobrol dan dengan BLAK-BLAKAN dia minta sesuatu sama gw. “Eh Punya bokep gak?”. Serentak kaget gw mendengarnya “WHATSSS”, selang beberapa detik, gw ngejawab “oh ada, banyak malahan di laptop gu.... eh temen gw” *ngeles*
          (-___-“) emang dasyat temen gw ini, hampir aja ketawan kalo gw adalah salah satu pemasok “itu” terbesar kedua di jurusan. Hahaha pengakuan apaan tuh??.
          Sebenarnya bukan dia aja temen cewek gw yang dengan blak-balakan meminta pasokan itu buat jadi hiburan dikosan. Tapi yasudahlah karena dia memaksa, akhirnya terpaksa juga gw meng-copy-pastenya. Haha
          Semoga kalian bisa mengambil hikmahnya dari kejadian yang gw alami saat ini. di agamapun juga di anjurkan untuk saling memberi. Jadi gak ada salahnya dong gw saling berbagi satu sama lainnya. #SESATituINDAH.